Agenda
Berita
KAMPUS SEBAGAI SASARAN  UTAMA GAYA BARU POLITIK INDONESIA MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0
KAMPUS SEBAGAI SASARAN  UTAMA GAYA BARU POLITIK INDONESIA MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Publish on Maret 13, 2019 by wisnu

Oleh : Bambang Eko Aditia (Dosen STIB Banyuwangi)

 

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0? Secara singkat, pengertian industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber.Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk bidang politik. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

Dikutip dari Wikipedia, revolusi industri 4.0 memiliki empat prinsip yang memungkinkan setiap perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan berbagai skenario industri 4.0, diantaranya adalah:

1.      Interoperabilitas (kesesuaian); kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain melalui media internet untuk segalanya (IoT) atau internet untuk khalayak (IoT).

2.      Transparansi Informasi; kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.

3.      Bantuan Teknis; pertama kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia mengumpulkan data dan membuat visualisasi agar dapat membuat keputusan yang bijak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia melakukan berbagai tugas yang berat, tidak menyenangkan, atau tidak aman bagi manusia.

4.      Keputusan Mandiri; kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan dan melakukan tugas semandiri mungkin.

Untuk menghadapi Revolusi Industri keempat tersebut, dibutuhkan sebuah gaya berpolitik yang baru atau yang disebut politik dunia maya. Politik ini menjadikan dunia maya sebagai tempat menaikkan elektabilitas peserta politik.dibutuhkan kesiapan oleh peserta politik agar bijaksana dalam mengahdapi era baru ini.

Dunia politik terus mengalami perubahan di setiap waktu. Bahkan pada saat ini yang sudah memasuki Revolusi Industri 4.0, Dunia politik mengarahkan sasaran dari penyampaian DNA pemikirannya ke kampus,sebab kampus adalah tempat bertemunya akal pikiran yang sehat dan objektif untuk menguji visi misi politisi.

kampus sebagai tempat paling ideal mengembangkan gaya baru ini harus bisa berbenah diri menyiapkan mahasiswa sebagai sasaran utama dari gaya politik ini.oleh karena itu kampus harus memberikan stimulus kepada mahsiswa agar memiliki integritas, empati dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap perkembangan baru ini.

menurut Jobs Lost, Jobs Gained: Workforce Transitions in a Time of Automation, yang dirilis McKinsey Global Institute (Desember 2017), pada 2030 sebanyak 400 juta sampai 800 juta orang harus mencari pekerjaan baru, karena digantikan mesin.kaitannya dengan dunia politik ,era baru berpolitik ini menyebabkan sedikitnya kebutuhan akan orang atau tim kampanye.tapi politisi akan mengunakan media internet untuk menyampaikan visi misi mereka.lagi-lagi kampus akan menjadi sasaran utama dari politik ini.mengapa ? sebab dikapuslah paling banyak pengguna internet terbesar.

STIB Memperoleh Kuota Bidikmisi 2018

STIB Memperoleh Kuota Bidikmisi 2018

Publish on November 12, 2018 by

Sekolah Tinggi Islam Blambangan Banyuwangi atau yang lebih dikenal dengan STIB Banyuwangi  merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Swasta penyelenggara Bidikmisi tahun 2018 dari 60 Perguruan Tinggi diseluruh Indonesia berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 4685 tahun 2018 dengan kuota 10. nantinya untuk biaya perkuliahan dan biaya pengembangan pendidiknya akan dibiayai oleh negara melalui kementerian RI cc, Direktur Jenderal Pendidikan Islam (DIKTIS). Read More